Sent
by Mbu Rian
* 1:24 AM
|
[Thursday, December 01, 2005]
Sent
by Mbu Rian
* 1:22 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 1:21 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 1:20 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 1:18 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 1:17 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 1:16 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 1:13 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 1:12 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 1:09 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 1:08 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 1:04 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 1:02 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 12:59 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 12:58 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 12:57 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 12:56 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 12:54 AM
|
Sent
by Mbu Rian
* 5:09 AM
|
[Monday, November 21, 2005]
Perjalanan Ke Berlin
Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Alhamdulillah, Pengajian Magdeburg berhasil mengirimkan 8+1 personilnya ke acara Workshop di Berlin, 30.04.2005 yang lalu. Berikut kronologisnya:
Kurang lebih pukul 6 pagi kita telah bersama berkumpul di Magdeburg HBf dan menuju ke Gleis tempat keberangkatan. Dalam perjalanan, ternyata ada 2 personil yang ketinggalan. Amirul Safar kita, ust. Anton, dengan cepat mengambil keputusan, agar kita transit dulu di Burg untuk kemudian kembali ke Magdeburg HBf lagi dan menjemput personil yang ketinggalan. (Ibrah: ternyata ukhuwwah kita kuat sekali. Namun dilain pihak, ibrahnya juga ialah telat 5 menit bisa senilai 1 jam)

Kami di Burg. Kalau bukan karena ada yang ketinggalan,
mungkin kita belum pernah merasakan berada di Burg :)

Selalu berpikir positif. Transit di Burg ada taman bunga.

Bapak itu pundaknya ketiban emaknya cobet
Cerita apa nih akh Dauly, yang ingin tahu juga tuh.
Tiba di Berlin, kami menyempatkan diri untuk belanja dulu di Bolu (ternyata ada juga yang mengira kita mau beli kue bolu). Hal ini biasa, mengingat tempat beli daging halal di kota tercinta, Magdeburg, sangatlah minim.

Ayo lekas menyeberang, sudah merah tuh

Akh Herman menjadikan diri sebagai sie konsumsi terhadap personil lainnya yang kelaparan.
Tampak di foto, kita selesai menitipkan belanjaan kita di salah satu warga berlin, kel. Zulys
Kurang lebih pukul 10.20, kita tiba di KBRI. Saat itu acara telah dibuka oleh Dubes kita, bapak Widodo. Setelah mendaftarkan diri, kita segera menempatkan diri pada posisi masing-masing, demi mengikuti acara dengan baik. Di acara itu, hadir sebagai pembicara:
- Dr.-Ing. Misri Gozan, dosen UI yang mendapatkan tanggung jawab atas penyediaan air bersih di Aceh. Ternyata di sela-sela bencana, warga Aceh tetap berusaha memegang teguh pada ajaran Islam. Ketika ditemui oleh Dr. Gozan, beliau pilu melihat air berwarna hijau dan 'salty' digunakan sebagai air untuk bermandi dan berwudhu. Ketika dipasang filtrasi, air di bak menjadi bersih, namun karena belum tersedia air dua kullah, warga Aceh enggan untuk berwudhu. Akhirnya bak wudhu dipisah jadi dua, sehingga tetap tersedia air dua kullah untuk wudhu.
Dr. Mustanir, Dekan FMIPA Unsyiah . Beliau menceritakan kondisi studi para mahasiswa di Aceh (Unsyiah) pasca Tsunami, bagaimana susahnya studi, tinggal dan belajar disana. Di lain pihak, dari presentasi beliau digambarkan bahwa banyak pihak yang hanya menjanjikan bantuan, namun hanya sedikit yang terealisasikan.
M. Darocky Willanova, perwakilan dari KKIA (Komite kemanusiaan Indonesia untuk Aceh) menceritakan kondisi (fisik dan psikologis) korban pasca tsunami. Saat ini diperlukan bantuan jangka panjang.
Sahabudin Ak, Dirut PKPU menggambarkan kondisi pasca tsunami dan bantuan apa saja yang dibutuhkan masyarakat aceh, seperti boat untuk menangkap ikan (sebagai salah satu mata pencaharian di aceh), rumah untuk warga, rumah untuk penampungan anak, dll
Dr. Willy R. Wirantaprawira, LL.M., PhD, sebagai perwakilan dari German-Indonesian society menampilkan alternatif rumah darurat untuk warga di Aceh yang terbuat dari Styropor yang dicetak seperti layaknya mainan 'LEGO'. Hal ini menimbulkan banyak tanggapan dari para ilmuwan yang hadir, seperti dari Ilhami (Darmstadt, Arsitek), yang meragukan kekuatan bangunan apabila bangunan itu dibuat bertingkat dan dijadikan seperti rumah panggung. Tanggapan juga datang dari Dauly Winnusa (Magdeburg, Teknik Kimia), yang berpendapat bahwa rumah dari Styropor tentunya panas (tidak tembus udara) untuk digunakan di Aceh.
dr. H. Basuki Supartono, SpBO, FICS, ketua dan perwakilan BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) di acara Workshop itu, menceritakan peran mereka sebagai ahli medis di Aceh. Mereka juga pernah di Ambon, Baghdad dan juga Nias. Diceritakan betapa perjuangan para ahli medis untuk mencapai lokasi para korban, yang harus menempuh 2 hari melawan badai dan kembali lagi. Dr. Basuki juga menceritakan, bahwa warga Aceh tidak hanya menderita secara fisik, namun juga secara psikologis. Beliau mengatakan kerusakan di Aceh sangat besar secara besarnya daerah, jumlah korban, dll. Seperti parahnya akibat perang. BSMI juga berusaha untuk membangun rumah sakit darurat di Aceh.

Tampak akh Dauly memasuki wilayah KBRI dan disambut oleh panitia.

Serius mengikuti presentasi para pembicara.

Tampaknya lebih banyak janji dari bukti.

Menjelang penutupan Workshop, para pembicara ditampilkan ke podium untuk membuat
kesimpulan atau jalan untuk merealisasikan usaha rehabilitasi dan restrukturisasi aceh.
Setelah mengikuti acara Workshop, sebagian personil Magdeburg menikmati pemandangan di Berlin. Di bawah panduan koreografer ust. Hafez, banyak oleh-oleh foto untuk warga Magdeburg yang tidak mengikuti acara di Berlin. Walau sempat ke Lebanon, akhirnya kita semua bermakan malam di kediaman ust. Jeffry Suhardianto yang baru saja datang dari Indonesia.

Dekat kantornya Hr. Schroder (Bundeskazler)

Depan gedung parlemen jerman (Reichstag).

Ini koreografer kita, ust. Mauluddin Reza Hafez

Tepat di depan Reichstag.

Kita diminta berpose demikian oleh koreografer kita. Disamping kiri (dari kita)
ada penonton yang tersenyum melihat tingkah laku kita.

Judulnya ganti posisi, tapi koreografernya mau difoto juga. Berantakan lah.

Ini juga ulah dari koreografer kita.

Di kediaman ust. Jeffry untuk makan malam disana,
mencicipi masakan aseli Indonesia dan Kecap Pedas (lho)

Menjelang kepulangan ke Magdeburg.
Apa saja Ibrah dari perjalanan kita?
- Menambah rasa ukhuwwah. Bukankah salah satu syarat mengenal teman kita menurut Khalifah Umar adalah bersafar bersama saudara kita Alhamdulillah terasa sekali.
- Merasakan penderitaan saudara kita di Aceh, dan berusaha bersama mencari jalan untuk membantu saudara kita disana. Di akhir acara, tercetus usaha menjalin hubungan dengan istri mantan Bundesprasident Rau, yang aktif sebagai salah satu ketua bantuan pasca tsunami.
- Melihat keindahan alam kuasa Allah di ibukota Jerman, Berlin. Subhanallah.
- Walaupun kita pulang pukul setengah dua pagi (akibat kereta banyak berhenti karena menunggu ICE dan juga akibat ada yang menarik rem darurat), kita semua tetap bersabar dan menikmat keadaan, tampak tidak ada yang egois. Semuanya berusaha agar kita semua pulang dalam keadaan nyaman, diselingi senda gurau tak berlebihan.
Semoga perjalanan ini menambah wawasan kita dan menambah ukhuwwah kita.
Sent
by Warga Pengajian Magdeburg
* 2:44 PM
|
[Sunday, May 08, 2005]
Kegiatan SII Magdeburg, Maret 2005


Tanggal 19 Maret 2005, kami warga pengajian Magdeburg menjadi panitia acara SII (Study Islam Intensive). Acara ini dilaksanakan atas kerjasama Forkom dan Pengajian kota Magdeburg. Alhamdulillah acara berjalan lancar, kegiatan dilakukan dua hari di Mesjid Magdeburg. Peserta datang dari berbagai kota, ada dari Berlin, Darmstadt, Hanover dan beberapa kota lainnya. Acara ini juga dimeriahkan oleh tim nasyid dari Hanover.
Kami semua panitia bekerjasama dengan sungguh-sungguh demi terlaksananya acara ini dengan baik. Pokoknya kompak deh.. mulai dari belanja bareng, masak bareng, makan bareng, ampe beres2 mesjid bareng :)
Sent
by Warga Pengajian Magdeburg
* 12:04 AM
|
[Tuesday, April 26, 2005]
Jalan-jalan ke sungai Elbe


Pada hari Minggu sore yang cerah tapi agak-agak gerimis :), setelah acara pengajian kota Magdeburg di rumah mbak Fatin teman kami dari Malaysia, kami pergi jalan-jalan ke sungai Elbe. Awal musim semi bungai-bunga mulai mekar, menambah cantik suasana di taman sekitar sungai. Asyik juga menikmati jalan bareng di kota sendiri, sambil menghirup udara segar.
Sent
by Warga Pengajian Magdeburg
* 11:37 PM
|
[Monday, April 25, 2005]
Kinder Im Magdeburg



Inilah anak-anak generasi penerus bangsa, yang saat ini tinggal di Magdeburg.. :). Buat yang belum kenal, kami perkenalkan satu-satu siapakah gerangan anak-anak ini : Gadis yang sedang beranjak remaja ini namanya Ina, mempunyai adik bernama Hani dan si kecil bernama Saskia, mereka adalah putri dari ibu & bpk OO Abdul Rosyid, kemudian anak yang paling ganteng ini adalah anaknya ibu & bpk Anton Irawan, dan terakhir gadis imut-imut putrinya ibu & bpk Ibnu Sulton Damiat.
Sent
by Warga Pengajian Magdeburg
* 4:45 AM
|
[Friday, April 08, 2005]
Grillen Di Musim Semi


Inilah suasana disore hari di spielplatz belakang IBZ, warga pengajian magdeburg mengadakan acara gillen bersama. Wah seru deh pokoknya..! Semua turut berpartisipasi dalam menyukseskan acara grillen ini.. :)
Sent
by Warga Pengajian Magdeburg
* 4:00 AM
|
Mantan Magdeburger

Beberapa orang bapak dan mba di atas ini pernah tinggal di Magdeburg, sekarang telah kembali tuk mengamalkan ilmunya di tanah air. Selamat kepada bapak, mas dan mba yang telah berhasil menyelesaikan study nya dengan nilai yang gemilang, kami turut bangga akan keberhasilan anda semua.
Sent
by Warga Pengajian Magdeburg
* 1:03 AM
|
Assalamualaikum...
Selamat datang di rumah kami, rumah tempat berbagi cerita, pengalaman dan pengetahuan, serta memperbanyak teman, sehingga mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan..
Wassalamualaikum...
Sent
by Warga Pengajian Magdeburg
* 3:56 PM
|
[Sunday, April 03, 2005]